๐Ÿฌ๐Ÿฑ๐Ÿต โ€ฃ ๐˜ฟ๐™ž๐™ฉ๐™˜๐™๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™๐™๐™š ๐™Ž๐™˜๐™๐™ค๐™ค๐™ก

Background color
Font
Font size
Line height

DALAM keadaan berbaring selesa di atas katil, tangan Ellia bergerak meraih telefonnya yang entah sudah berapa ketika dibiarkan terampai di meja pada sisi katilnya.

Entah mengapa terasa gatal sahaja jari-jemarinya hendak membelek telefon walhal dahulu, dia jarang sekali menyentuhnya... Dia bahkan tidak teragak-agak langsung untuk menghidupkan data sekarang ini meskipun sedar yang dia pastinya akan mendapat begitu banyak notifikasi toxic, terutamanya daripada aplikasi VRS Timeline.

Sebaik mendapati tiada balasan yang diterimanya daripada tukang ugut itu, Ellia terus sahaja memeriksa laman VRS Timelinenya.

"Hmm, kenapa tags untuk Today's Trendings berubah tiba-tiba? Ada benda lain yang lebih mengejutkan daripada isu pasal messages aku dengan CL tu ke?"

Pipinya digaru perlahan sebelum dia mengetik bahagian Today's Trendings bagi mengetahui apa sebenarnya yang lebih trending ketika ini. Tertanya-tanya dia, bagaimana pula hal itu boleh trendโ”€

Jantung Ellia berhenti berdegup sedetik saat melihat tajuk isu trending yang pertama, iaitu "CL's Return" tepat di atas isu messagesnya yang berada pada tangga kedua, "Siea's Revealed Messages".

Seakan refleks, jarinya pantas menekan isu trending pada tangga pertama itu. Dalam sekelip mata, dia dibawa ke satu profil yang menggunakan username 'Sof.T_CLick'. Suatu pernyataan yang agak panjang kemudiannya terpapar pada skrin.

An Official Statement, 28th January 2020.
โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€
โGreetings to all VRS users, this is CL. (This is not a prank, you can see the OFFICIAL label on this account.)

So, first of all, I would like to apologize for everything. I know I must be very hated on this platform currently, and yet I just have to voice out the truth because that's the right thing to do... Although I don't know how many of you would be believing in me.

1) I didn't betray Crowner in that way you're thinking of. But, I DID break their trust in me. So, I guess I ultimately deserve all the hating.
To @CRWN_Flowera @CRWN_Flexalex @CRWN_Yukiyukiko @CRWN_Sunmellow @CRWN_Dycandy @CRWN_L.Kai @CRWN_Laineland, I'm deeply sorry. And you have my deepest gratitude for all those years we've spent together. I will always keep our memories alive in both my head and heart, and I'm wishing you guys well for your future. Even if I won't be standing beside you anymore, you have to know that I will never stop supporting Crowner.

2) Siea and I are no longer contacting each other. But deep down inside, I know we care a lot about one another. We're not in a relationship, yet still, I believe we both know what we felt towards each other. Yes, she's got a rare soul, and I do love all her sides because that's what makes her her. HOWEVER, WE'RE ONLY FRIENDS AND HAVEN'T BROUGHT IT UP TO A SERIOUS LEVEL. Furthermore, we aren't contacting each other other anymore. So, I sincerely wanted to ask all of you to stop mudding her name. Simply because she's not involved in any of my doings... All of it were my faults. There was no such thing as 'betraying team for a girlfriend' in my case, and she doesn't deserve all the hating. If you have any unsatisfactory, then please kindly come at me. Don't bother her any longer, please... She's been putting lots of effort in VRS to go higher, and all these nonsense are causing all her efforts to be nothing. That's just unfair, it's unacceptable. Therefore, please don't keep this going. She's got nothing to do with my issue... This is what you all have to know: She's innocent, and she really got that talent in herself which have brought her to where she is right now. All her games were REAL.

I truly hope everyone on this platform wouldn't bring trouble to others who are related to me. Seriously, don't bring any innocent people in the whole matter. That's all I'm asking for. You may hate me, but not the innocent others.

And as a side note, I would like to inform that this is just a temporary account. It was something that I managed to create after discussing with the VRS people. Both sides (them and I) have agreed that this account's purpose of existing is only to clear up the untrue messes. Soon enough, this account would be deactivated and no longer can be used. But this post would stay, as a reminder for everyone to not make a mess out of nowhere and be causing cyberbullying or making this platform filled with toxicity just because of people's hate on me.

Signing off,

CL.โž

"Siea and I are no longer contacting each other. But deep down inside, I know we care a lot about one another. We're not in a relationship, yet still, I believe we both know what we felt towards each other."

Ayat-ayat itu melekat dalam benak Ellia. Dalam sayu dan dibebani rindu, sedikit sebanyak hatinya terpujuk dengan semua ayat tersebut.

Benar, tidak berhubung bukan bererti mereka tidak peduli akan satu sama lain lagi. Mereka masih mengambil berat terhadap sesama mereka... Tetapi, mereka hanya menyimpan rasa itu di dalam hati.

Bukan sepasang kekasih, namun kedua-dua mereka tahu... Apa yang tersirat dalam hati, walau tidak pernah terluah dengan begitu jelas, kekal mampu dirasai wujudnya. Mereka sama-sama tahu, dan mengerti hati masing-masing. Itu sudah cukup.

"We don't talk anymore, but..." Ellia menatap lama skrin telefonnya.

"He still protect me like how he always did."

Agak pelik rasanya bagaimana dia boleh mendapat motivasi daripada satu public post CL itu sahaja... Akan tetapi, Ellia merasa ianya benar-benar membantu menguatkan semangatnya untuk terus berjuang dalam VRS.

Rasa pedih yang sebentar tadi masih membekas dalam hatinya kala ini telah menghilang... Dan itu terjadi disebabkan oleh post tersebut.

It's madly interesting, isn't it? How some simple meaningful words could actually strengthen someone... It's beyond magical.

"Thank you, CL."

Perlahan dia meluahkan rasa terima kasihnya sebelum telefonnya diletakkan kembali ke meja. Matanya dipejamkan tidak berapa lama kemudian.

Now, the clouds in her heart have been cleared up. She can finally have a good rest, all thanks to that person.

โ€ขโ—ฆโœฆโ”€โ”€โ”€โ”€โ€ขโ—ฆแ˜กแ˜žโ€ขโ—ฆโ”€โ”€โ”€โ”€โœฆโ—ฆโ€ข

Tiga hari berlalu dengan cukup pantas. Jika sahaja Ellia tidak hadir ke sekolah, tentu dia akan terasa seperti baru sehari berlalu. Maklumlah, Ellia pada masa ini telah kembali tenang dan jauh lebih yakin menjalani harinya berbanding waktu-waktu sebelumnya. Sebab itu, dia tidak lagi merasakan yang masa berjalan begitu lambat.

Apabila terasa bahunya dicuit dari belakang, pantas sahaja dia menoleh. Seraut wajah tampan lantas menyapa pandangan.

"Hey..." Lelaki itu menegur.

"Hey..."

Ellia melakar senyum di bibirnya. Namun pada waktu yang sama, dia juga sedar akan kenyataan yang dia patut segera menghentikan perbualan dengan lelaki di hadapannya ini. Dia enggan mendatangkan sebarang gosip yang tidak diingini sehingga mengundang masalah kepada dirinya sendiri nanti.

"Ellia, I need you to go somewhere with me," ucap Claude.

Ya, lelaki itu ialah Claude. Dia beserta rakan-rakan sepasukannya dalam team Empire ada menerima jemputan untuk menghadiri karnival esports di Sekolah Tinggi Gardenistรฉ itu. Atas sebab itulah, dia sekarang berada di situ.

Waima teragak-agak pada mulanya, Ellia membuat keputusan untuk mengikuti Claude jua. Tidak pasti apa sebabnya, namun dia dapat rasa yang lelaki itu ingin membincangkan sesuatu yang penting dengan dirinya.

Apabila mereka tiba di kawasan greenhouse sekolah yang merupakan satu tempat terbuka tetapi kosong, Claude menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Ellia.

"Aku nampak."

"Hah?" Ellia terpana.

Claude tersengih comel. Bukan kecomelan yang dibuat-buat, tetapi asli. Ianya suatu daya tarikan milik Claude yang membuatkan dia amatlah terkenal dalam kalangan para gamers.

"That time when you won in that Qualification Match... Aku kebetulan ada di situ... Well, not really a coincidence... Aku sebenarnya tersesat. Dan aku tak expect pun aku akan berakhir di kawasan tu. Since all the windows are transparent-type, aku ternampaklah kau dekat dalam bilik seni tu... Plus, the room wasn't soundproof, so I heard your cheering."

Ellia membulatkan matanya. "You... You saw everything?"

"Nah... Just the victory and the after-victory parts. Aku tak sangka pula... Rupanya aku dah berjumpa dengan Siea yang berjaya menggemparkan komuniti VRS."

Terkedu Ellia buat tempoh sesaat. Dia memanggungkan wajahnya ke hadapan. "Mata kau... Mesti terang, kan? To be able to see the character I was playing from outside... Your eyesight must be in an extremely well condition."

Tergelak Claude mendengar balasan gadis itu. "I guess so... Tapi masa tu, kau sendiri yang bersorak sambil sebut nama Aelice dan Siea. Truthfully I have doubts on what I saw at first, but I didn't doubt it anymore because you actually confirmed it yourself."

"Th-Then... Ka-Kau... Kau bagitahu sesiapa ke?"

"Eh, no! Of course not. Aku langsung tak bagitahu sesiapa... I could see that you still want to hide your identity, jadi aku tak bagitahu sesiapa."

Ellia menghela nafas lega. Tetapi, matanya masih terpancar sinar keraguan. "Termasuk Airika?"

Claude mengangguk rakus. "I may like her, but that doesn't mean I would tell her everything I know."

Memerhatikan bagaimana Claude bersungguh-sungguh menunjukkan kejujurannya, Ellia memilih untuk mempercayainya. Dia dapat rasa yang Claude tipikal individu yang tidak suka berbohong. Jadi, dia tidak begitu ragu dengan kejujuran lelaki itu.

"But... Aku nak minta maaf. Masa dalam Grand Event hari tu, I killed your character... It was truly a bad move from me. Kau sebenarnya dah bantu Airika, tapi aku bunuh kau pula..."

Ellia menggeleng kecil. "Tak apalah... I'm quite satisfied dengan battle masa tu. I let my guard down, jadi kematian aku tu adalah disebabkan kecuaian aku sendiri. Kau tak payahlah minta maaf. Had I not lowered my guard back then, I might be able to avoid your sneak attack... So really, don't say sorry to me."

Jujur, dia tidak menyangka pula bahawa Claude ingat akan karakternya walaupun karakter mereka hanya pernah bertembung sekali sahaja. Tetapi, yalah... Self-made Character yang dia tetapkan untuk karakter Aelice mana pernah diubahnya. Ianya kekal begitu sahaja semenjak dari awal dia mengambil bahagian dalam Grand Event. Karakter itu juga tidak punya persamaan dengan karakter-karakter lain dalam VRS, jadi karakter Aelice sebenarnya memang agak mudah diingati.

"Betul ni? Kau... Tak simpan dendam dekat aku, kan?"

Nada Claude yang terkesan sedikit bimbang itu membuatkan Ellia menjongketkan alisnya. "Yes, betullah... Kau macam tak yakin aje dengan aku. Well, kau nak aku betul-betul berdendam dekat kau ke apa?"

"Eh, tak... Tak langsung! Then... Kalau macam tu, baguslah. Aku cuma risau aje yang kau akan berdendam dekat aku..."

"Don't worrylah... I've never took that sneak attack to heart. Serangan tu adil kut... Satu lawan satu juga, kan? Bukannya kau menang secara tak adil pun... I mean, sneak attack isn't really a cheat. People can always avoid it if they're careful enough. And like I said, I let my guard down at that moment. Jadi, normallah bila aku kalah..."

Claude mengangguk-angguk beberapa kali, bersetuju dengan pendapat Ellia itu. Diam-diam dia menghembus nafas lega. Nasib baiklah Ellia bukan jenis gamer yang berdendam!

"By the way, kau tak nak jumpa teammates kau? Diaorang tak cari kau ke?"

"Eh, alamak! Aku lupalah pula... Err, Ellia, aku kena pergi dulu..."

Terburu-buru dia mengatur langkah untuk pergi dari greenhouse tersebut. Walau bagaimanapun, baru beberapa tapak diambil, dia berhenti secara drastik lalu berputar menghadap Ellia semula.

"Err... If you don't mind, boleh tak kau tunjukkan arah ke dewan tu? Aku masih tak familiar lagi dengan laluan-laluan di sekolah ni..."

Terkelip-kelip mata Ellia menatap wajah Claude. Tak familiar katanya? Habis itu, macam mana pula Claude boleh tahu jalan ke greenhouse ini? Bukan Claude ke yang bawa dia ke sini tadi?

Malas mahu membazirkan masa, sudahnya dia bersetuju sahaja menjadi penunjuk arah kepada Claude bersama satu keluhan perlahan.

"Haih... Follow me."

Bersinar-sinar terus mata Claude. "Thank you, Ellia. Aku janji, aku akan ingat pertolongan kau kali ni."

โ€ขโ—ฆโœฆโ”€โ”€โ”€โ”€โ€ขโ—ฆแ˜กแ˜žโ€ขโ—ฆโ”€โ”€โ”€โ”€โœฆโ—ฆโ€ข

Ellia hanya menyedari betapa lurus bendulnya dia tika dia memasuki dewan rasmi Sekolah Tinggi Gardenistรฉ bersama dengan Claude. Kedatangan mereka secara berdua-duaan langsung menjadi sorotan mata orang ramai yang ada di dewan tersebut.

Lebih teruk lagi, mereka masuk ke situ dalam keadaan berbual-bual dengan satu sama lain. Memanglah automatik menjadi pusat perhatian!

"Eh, Ellia datang dengan Claudelah!" Seorang gadis bersuara dengan tiba-tiba.

Dengan keadaan dewan yang sunyi, suara tersebut lantas bergema kuat di halwa pendengaran semua orang.

Tidak boleh tidak, Ellia mengeluarkan sumpahan di dalam hati apabila pandangannya bertembung dengan gadis itu. Ianya gadis kaya yang menuduh dirinya meniru dalam peperiksaan tempoh hari!

"Well, what's your problem if they came together?" soal Evangeline, sinis.

Andai tidak teringat akan dirinya yang menjadi tumpuan orang, ingin rasanya Ellia memutarkan bola matanya. Anggaplah dia anti terhadap gadis itu... Nyatanya, dia jelas tidak dapat menghakis perasaan tidak senangnya akan Evangeline. 'What a great timing to be a knight...' Hatinya berbisik.

"Eva," panggil Airika. "Don't cause aโ”€"

"Airika... I'm not trying to cause anything. Dia ni yang asyik cari masalah... Dari hari tu lagi, ada aje yang dia nak kata pasal Ellia. I can't keep quiet anymore... You guys may, but I won't."

"Yeah, we also won't!" Sepupu-sepupu mereka yang lain turut bersuara.

Kesepian Airika selepas ucapan mereka kedengaran membuatkan pandangan Ellia langsung tertuju ke arah gadis itu. Mengapa Airika tidak bersuara lagi?

"Why won't you?" Merasa terpanggil untuk bersuara, Ellia lalu menguntai bicara dengan tenang. "Just like Eva said, benda ni dah jadi semenjak hari tu lagi... Maknanya, benda ni cuma ulangan aje. So, since it's just an encore, why would anyone pay attention to it? Shouldn't we just let it slide as usual?"

"Kenapa kau nak biarkan aje? Don't you realize your status?" Salah satu daripada sepupunya membuka mulut dengan nada angkuh.

"Yeah... Takkanlah kau pun berfikiran sama macam Airika yang nak biarkan aje diri kau dikutuk? Mana maruah kau?" Seorang lagi sepupunya melempar kata.

Belum pun sempat Ellia membalas, tangannya sudah ditarik oleh seseorang untuk meninggalkan kawasan dewan itu. Dia sedikit terkejut mengetahui orang yang berbuat sedemikian merupakan Airika.

"Airika..."

"Kita cakap dekat tempat lain."

Bingung, tetapi Ellia tidak membantah. Dia hanya membiarkan Airika menarik tangannya hingga mereka tiba di kawasan parkir sekolah. Betul-betul tepat di belakang sebuah kereta Porsche.

"Wait, are we leaving?" Dia bertanya dengan riak tidak percaya.

Airika tersenyum senget. "What do you think?"

Senyuman senget itu membuatkan Ellia tanpa sedar turut sama menguntumkan senyuman nipis. "Can you drive?"

"If you wish to know, then you should get in."

Memandang Airika masuk ke dalam perut kereta, Ellia tanpa berlengah juga memasuki kereta tersebut.

Beberapa detik seterusnya, kereta Porsche milik Airika itu mula bergerak meninggalkan kawasan Sekolah Tinggi Gardenistรฉ.

ใ€„โจพใ€„โจพใ€„

โ–’โ–’โ–’โ–’โ–’โ–’

Since yesterday tak ada update... Hari ni, Yna bagi double update.๐Ÿ˜†๐Ÿ’—

But why do I feel like Airika dengan Ellia macam tengah have fun, LOL? Where's the awkwardness? #BlameItOnMe ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

AMARAN: GUYS, JANGAN PONTENG SEKOLAH, OKEY? TAK BAIK... JANGAN JADIKAN DUA ORANG MANUSIA YANG ESCAPE FROM SCHOOL NI SEBAGAI ROLE MODEL KORANG PULA (FOR YANG MASIH BERGELAR PELAJAR)--๐Ÿ‘€๐Ÿ˜‚

And yes... Yna rasa Yna dah bagitahu yang cerita ni akan bertambah mengarut hari tu. So, silalah buka fikiran anda dengan ke'mengarut'an ini~~๐Ÿ™‚๐Ÿ˜ณ

Fun fact: Today's Trendings merupakan salah satu daripada features VRS Timeline yang membolehkan all users keep getting updated on what's the hottest new issues in VRS. It's almost like Twitter punya 'trending' feature, tapi it's fancier. ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

โฟปเฏ ๐—ง๐—›๐—”๐—ก๐—ž๐—ฆ ๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ๐—ง ๐™๐™Š๐™ ๐™๐™€๐˜ผ๐˜ฟ๐™€๐™๐™Ž เฏโฟป
i) ๐˜›๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ด ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ โง˜ โœ“
ii) ๐˜›๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ด ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ท๐˜ฐ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ โง˜ โœ“
iii) ๐˜›๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ด ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ โง˜ โœ“
iv) ๐˜›๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ด ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜บ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ โง˜ โœ“


You are reading the story above: TeenFic.Net